Aturan Dasar Bagi Desainer Dalam Branding

Aturan Dasar Bagi Desainer Dalam Branding

Branding merupakan hal paling utama dalam membangun citra sebuah perusahaan atau bentuk usaha. Tujuannya, agar produk atau jasa yang dijual mudah diingat dan dikenali oleh pasar. Tak cukup strategi teknis agar brand bisa dikenal dengan mudah, tetapi juga desain grafis pada logo hingga kemasan penting untuk diperhatikan.

Karena krusialnya sebuah Branding, desain pun tidak boleh sekedar asal-asalan. Apalagi sampai ada kesalahan dalam pembuatan desainnya. Ada sejumlah aturan dasar dalam pembuatan desain untuk branding, agar bisa klien bisa menerima hasil karya dengan perasaan puas.

Simpel Namun Unik

Desain logo untuk branding tidak boleh terlalu berlebihan, sebab logo sebagai refleksi profil perusahaan, sebuah alat marketing bukan keseluruhan jasa atau produk yang ditawarkan. Oleh karena itu dibutuhkan desain yang mudah dikenali, dibaca namun memiliki ciri yang unik dibandingkan produk atau jasa lainnya.

Bisa mengambil contoh logo dari Coca – Cola. Logonya simpel hanya berisi warna merah dan putih, namun yang paling menonjol dan paling mudah dikenali adalah fontnya. Karena keunikannya ini, meski font yang digunakan tidak membentuk nama Coca-Cola, orang-orang sudah mengenali jika font yang dipakai adalah font Coca-Cola. 

Kualitas Diatas Kuantitas

Sebuah filsafat yang dianggap kuno namun benar-benar terbukti. Klien akan segera menolak hasil desain yang terlalu ramai, berlebihan bahkan cenderung berantakan. Oleh karena itu dibutuhkan kecakapan dalam mengatur komponen yang digunakan. 

Hal ini harus selaras dengan kreatifitas yang memadai agar hasil bisa terlihat rapi dan sempurna.

Tatabahasa dan Typography

Ketelitian tidak dapat disepelekan begitu saja dalam desain grafis. Sebab kesalahan dalam penulisan adalah hal paling fatal bagi seorang desainer. Sekecil apapun kesalahan dalam tatabahasa dan typography bisa malah membunuh brand yang sedang dibangun. 

Meski pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna, namun proyek desain grafis harus dikerjakan oleh mereka yang mengedepankan kesempurnaan. Sebab seorang desainer adalah Creative Scientist. 

Warna

Warna dalam sebuah desain grafis adalah hal yang paling terlihat oleh klien. Hal pertama yang klien perhatikan ketika melihat hasil desain, adalah penggunaan warnanya. Dalam dunia desain, dikenal istilah “Psikologi Warna”, di mana kombinasi warna tertentu bisa mempengaruhi suasana hati dan perilaku seseorang.

Coba lihat brand merk Gucci. Tanpa adanya kombinasi warna-warna yang representatif, produk mereka tidak memiliki branding dan filosofi yang kuat. Menurut para psikolog, warna merah yang menjadi salah satu dari 3 warna khas Gucci, memberikan kesan penuh energi dan passion. 

2 Warna lain yang sangat melekat pada Gucci adalah Gold dan Hijau yang menggambarkan keberuntungan dan kesuksesan. Sebuah branding yang sukses bagi Gucci yang mampu memanfaatkan kombinasi warna, hingga dipakai oleh selebritis terkenal dunia saat ini. 

Inspirasi dan Kemauan Belajar

Selalu ada hal yang bisa dipelajari setiap harinya, dan haus akan pengetahuan adalah komponen penting pembentuk desainer handal. Dengan adanya kemauan untuk terus belajar, akan melahirkan banyak inspirasi. Pada akhirnya akan bisa meningkatkan skill yang dimiliki serta kreatifitas yang tak pernah surut. 

Oleh karena itu dalam membuat sebuah desain grafis untuk branding perusahaan, tentu dibutuhkan inspirasi segar dan kreatifitas tak terbatas.

Mufti

Related Posts

1 thought on “Aturan Dasar Bagi Desainer Dalam Branding”