Cara Membuat Aplikasi Berbasis Web

Cara Membuat Aplikasi Berbasis Web

Pada artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara membuat aplikasi berbasis web, seperti yang ditawarkan pada dengan langkah-langkah yang mudah untuk anda pahami. Tutorial ini dipersembahkan oleh https://www.sribu.com/id/cat/jasa-pembuatan-aplikasi yang telah berpengalaman dalam jasa pembuatan berbagai aplikasi. 

Memahami Aplikasi Berbasis Web

Namun sebelum jauh lebih dalam, ada baiknya jika terlebih dahulu untuk bisa memahami apa itu aplikasi berbasis web. Pada intinya, yang dimaksud dengan aplikasi berbasis web adalah sebuah program interaktif yang dibuat menggunakan teknologi bahasa pemrograman web seperti HTML, CSS atau Javascript. Aplikasi ini juga memiliki fungsi untuk menyimpan data atau files, serta memanipulasi data (CRUD) yang dioperasionalkan oleh tim ataupun perorangan untuk mengerjakan berbagai hal di internet. 

Namun masih banyak yang kebingungan membedakan seperti apa aplikasi berbasis web yang benar. Contoh aplikasi berbasis web itu seperti Gmail, Pipedrive atau Trello. Sementara Facebook, Wikipedia, juga Amazon bukanlah aplikasi berbasis web. 

Langkah Persiapan

Untuk bisa membuat aplikasi berbasis web dari dasar sampai bisa digunakan, akan lebih baik jika memahami komponen penting berikut ini :

  • Bahasa Pemrograman – Python, Ruby, dll untuk mengontrol bagaimana sebuah aplikasi web berjalan
  • Web Front End – CSS, HTML, atau Javascript, untuk mengatur tampilan dari aplikasi web
  • DevOps – Jenkins atau Github, sebagai tempat menaruh (host) aplikasi web

Jika belum memahami komponen-komponen di atas, anda bisa mempelajarinya melalui sejumlah website yang ada, seperti Codecademy. Atau anda juga bisa menggunakan software pembuat aplikasi web yang sudah menyediakan berbagai fitur yang memudahkan anda dalam membuat aplikasi web. Jadi anda hanya tinggal memilih kode dan fitur yang diinginkan. Beberapa software itu juga menyediakan server untuk menampung aplikasi web anda. Tentu ada biaya yang harus dikeluarkan.

Menentukan Konsep

Sebelum memulai proses pengerjaan, tentu yang harus dipikirkan adalah ide dan konsep aplikasi webnya untuk apa. Pada umumnya, setiap aplikasi yang dibuat adalah sebagai jawaban dari permasalahan yang dialami oleh pengguna. 

Begitu juga, dengan menentukan pasar dari pengguna tersebut. Banyak aplikasi yang diluncurkan kemudian tidak banyak penggunanya, karena tidak melakukan riset pasar terlebih dahulu. Hal ini termasuk juga bersaing dengan kompetitor yang membuat aplikasi sejenis.

Setelah mengetahui permasalahan dan pasar, selanjutnya adalah menentukan apa saja fungsi yang harus dimiliki dari aplikasi web yang akan dibuat. Ketiga hal ini sangat erat berkaitan satu sama lain. Di mana fungsi harus bisa menjawab permasalahan pengguna dengan pasar yang potensial.

Mendesain Aplikasi

Dalam tahap awal pembuatan, tentu hal yang harus dikerjakan adalah membuat gambaran serta struktur desain dari aplikasi tersebut. Pada tahap ini yang dilakukan yakni membuat desain navigasi, branding, formulir, tombol-tombol, serta elemen interaktif lainnya yang dibutuhkan. 

Setelah membuat konsep desain akan seperti apa aplikasi web tersebut, langkah berikutnya adalah menentukan alur kerja dari aplikasi. Beberapa hal yang bisa digunakan yakni,

  • Bagaimana user melakukan pendaftaran?
  • Bagaimana user menerima email verifikasi?
  • Bagaimana user menjelajahi fitur-fitur di aplikasi?
  • Bagaimana user melakukan pembayaran?

Mulai Membangun Struktur Aplikasi

Setelah selesai dalam membuat desain dan alur kerjanya, berikutnya adalah memasuki langkah inti, yakni mulai membangun aplikasi tersebut. Pertama yang harus dilakukan yakni membuat database untuk menyimpan berbagai data dan berkas yang digunakan oleh aplikasi. Pastikan juga keamanan pada database tersebut, untuk menghindari kerusakan atau kehilangan data. 

Berikutnya yaitu membuat tampilan antar muka (Frontend). Bagian ini adalah tampilan yang akan dilihat oleh pengguna dan dibangun menggunakan CSS, HTML dan juga Javascript. Tampilan antarmuka ini terhubung dengan bagian Backend yang biasanya tersimpan pada server yang berbeda. Backend berisi dari berbagai data dan juga kode yang menjalankan seluruh alur kerja aplikasi. Tentunya anda harus menyediakan server yang cukup untuk menampung backend agar bisa bekerja secara optimal. 

Merilis Aplikasi

Langkah terakhir setelah merealisasikan hasil desain dengan membangun struktur aplikasi, yakni mulai merilis aplikasi anda ke publik. Untuk hal ini, anda bisa memanfaatkan beberapa tools yang ada seperti Gitlab, Bitbucket ataupun Jenkins. Tools tersebut akan memudahkan anda untuk mengintegrasikan aplikasi yang sudah anda buat ke hosting yang anda gunakan. 

Mufti

Related Posts