Gunakan Pertanyaan Ini Untuk Membangun Strategi Sosial Media Marketing

Gunakan Pertanyaan Ini Untuk Membangun Strategi Sosial Media Marketing

Berbagai macam perusahaan, baik skala kecil hingga skala besar kini terus berinovasi untuk meningkat tingkat efektifitas dari sosial media marketing yang mereka jalankan. Sebagian memanfaatkan jasa pihak ketiga seperti, https://www.sribu.com/id/cat/sosial-media-marketing karena dianggap lebih efisien dan sebagian lainnya memang sudah memiliki tim internal marketing mereka sendiri. 

Platform sosial media memang terus berkembang dan memberikan inovasi terbaru tentang bagaimana sebuah brand bisa dikenal oleh banyak orang. Memang seperti yang sudah diketahui, bahwa jumlah pengguna sosial media terus menunjukkan peningkatan yang sangat pesat dari tahun ke tahun. 

Oleh karena itu, dibutuhkan strategi marketing yang benar-benar baik untuk bisa meningkatkan tingkat interaksi, di tengah kompetisi antar brand yang juga semakin sengit. Untuk bisa mengembangkan strategi yang akan dijalankan oleh perusahaan, salah satu caranya adalah dengan membuat sebuah pertanyaan dari masalah umum yang sering dihadapi para marketer. Berikut ulasannya.

Apa Yang Dijadikan Goal?

Saat menjalankan strategi marketing di sosial media, banyak perusahaan yang berfokus pada memunculkan ide baru, pengenalan produk dan juga mengambil langkah antisipasi adanya pesaing. Tidak salah, namun akan lebih baik jika goal yang ditargetkan harus lebih spesifik lagi. 

Spesifik yang dimaksud, yakni seperti jumlah peningkatan penjualan, mengembangkan demografis target produk, meningkatkan ketertarikan brand secara langsung, atau menghasilkan leads yang benar-benar berkualitas.

Setelah goal ditentukan, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi tolak ukur kesuksesan. Apakah untuk mencari “likes”? Mengembangkan sebuah isu yang menarik untuk dibahas? Atau ingin memberikan inspirasi kepada user, seperti mengubah perilaku menjadi Go Green. Tolak ukur ini harus selaras dengan goal yang ditargetkan.

Platform Apa Yang Digunakan?

Keputusan untuk menggunakan jenis platform untuk sosial media marketing, harus berdasarkan pada identitas dan perilaku pelanggan potensial yang ditarget. Platform sosial media yang berbeda, memiliki jenis demografi dan perilaku pengguna yang berbeda juga. 

Misal jika pengguna yang ditargetkan adalah kalangan muda, maka yang efektif adalah menggunakan platform Tik Tok atau Snapchat. Jika produk yang dijual merupakan produk yang memiliki nilai estetik tinggi, bisa dipasarkan melalui Instagram yang mendukung konten gambar dan video yang profesional dan apik. Begitu juga dengan masalah geografis pengguna. Mungkin Whatsapp begitu populer di India dan negara Asia Tenggara, namun di Cina platform yang lebih banyak digunakan adalah WeChat. 

Siapkah Berinteraksi Dengan User?

Interaksi pada sosial media adalah komunikasi dua arah yang dilakukan oleh user dan juga pemilik brand. Jadi dibutuhkan kemampuan untuk bisa mendengar dan menjawab berbagai feedback dari user, baik itu menjawab permasalahan yang dialami user dan kemudian memberikan solusi yang konkrit atau juga merespon kritikan yang diberikan. 

Pemilik brand yang mampu berkomunikasi dengan baik pada usernya, secara langsung dan tidak langsung bisa meningkatkan brand awareness dan ketertarikan user terhadap produk. Salah satu contohnya adalah kasus seseorang yang mendapatkan bully karena melamar kekasihnya di restoran fastfood, yang kemudian dijawab oleh KFC dengan memberikan acara resepsi mewah secara cuma-cuma. 

 

Mufti

Related Posts