Sejarah Desain Interior dalam 3 Periode Historis

Sejarah Desain Interior dalam 3 Periode Historis

Sejarah desain interior sudah dimulai sejak awal mula kehadiran manusia. Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan dekorasi seperti lukisan goa dan artefak yang dibuat pada masa itu. Sejalan dengan evolusi manusia, kepekaan dan kebutuhan dalam hal seni juga terus meningkat hingga tiba pada fase yang kita alami saat ini.

Ada beberapa momen historis yang sangat penting dalam catatan sejarah berkaitan dengan desain interior. Momen-momen ini berasal dari era dan peradaban yang berbeda dengan corak desain yang berlainan pula. Meskipun kita hidup di era digital dengan dukungan aplikasi desain website dan desain interior, berbagai konsep yang kita temukan saat ini justru didasarkan pada periode awal peradaban.

 

3 Era Penting dalam Sejarah Desain Interior

 

  • Mesir

Sejarah desain interior memiliki riwayat penting pada peradaban Mesir. Bangsa Mesir Kuno saat itu sudah sangat terampil membuat berbagai barang kerajinan seperti cangkir, vas bunga, dan perabot sederhana lainnya. Kemampuan ini kemudian dikembangkan lebih luas ke seni perencanaan ruang dengan salah satu karya besarnya bernama Piramida.

Bangsa Mesir Kuno pada saat itu sangat mengutamakan kehidupan spiritual berupa pemujaan dewa-dewi dan mendedikasikan hidupnya untuk kehidupan setelah mati. Hal ini memengaruhi dunia arsitektur dengan ditemukannya istana, kuil, dan makam yang sarat akan simbol-simbol spiritual.

 

  • Yunani

Gaya bangunan Mesir pun memengaruhi dunia arsitektur di Yunani. Namun di era yang selanjutnya, Yunani menghasilkan bentuk-bentuknya sendiri dan mencatatkan namanya sebagai salah satu peradaban terpenting dalam sejarah desain interior. Kesamaan antara Mesir dan Yunani adalah unsur spiritual yang selalu ditemukan di berbagai bidang pekerjaan, termasuk seni penataan ruang.

Kalau seni Mesir lebih banyak menggunakan bentuk simetris yang tegas seperti limas dan balok, seniman Yunani lebih luwes dalam memainkan garis-garis lengkung. Desain interior sangat banyak ditemukan di tempat-tempat pemujaan dan ruang publik. Sementara hunian pribadi yang estetik hanya ditemukan pada kelas bangsawan dan tokoh-tokoh penting.

 

  • Romawi

Unsur spiritual mulai berkurang di era Romawi. Sejarah desain Interior pada masa ini mulai memberikan perhatian pada bangunan-bangunan yang bersifat duniawi seperti gedung komunitas, pemandian umum, saluran air, dan patung kemenangan. Semuanya berusaha menonjolkan kebesaran, kekuasaan, dan kemewahan bangsa Romawi.

Interior rumah bangsa Romawi juga semakin mengupayakan estetika. Ada atrium dengan bukaan atap yang cukup lebar untuk membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah. Saat turun hujan, air ditampung di sebuah kolam tepat di tengah ruangan. Tamu bisa memasuki atrium lewat selasar dengan lantai berhiaskan mozaik.

 

Pentingnya Mempelajari Sejarah Desain Interior

Sejarah bukanlah dongeng kosong yang hanya menghasilkan nasihat di bagian kesimpulan. Dalam desain interior, sejarah punya posisi penting sebagai latar belakang perkembangan dan dasar-dasar teori yang masih dipakai sampai sekarang. Jadi, kalau Anda ingin memahami bidang ini secara menyeluruh, jangan hanya terpaku pada segi praktik dan penggunaan alat-alat modern. Pelajari juga sejarah desain interior untuk memahami bagaimana semuanya berawal dan berkembang sampai ke titik ini.

Mufti

Related Posts