Tips Memanfaatkan Desain Grafis Untuk Pembuatan Konten Sosial Media

Tips Memanfaatkan Desain Grafis Untuk Pembuatan Konten Sosial Media

Sudah banyak yang tahu, jika pembuatan konten sangat penting untuk menjalankan sebuah usaha, apalagi secara online. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana meyakinkan audiens untuk mengkonsumsi konten anda tersebut? Jawabannya adalah sosial media. 

Akan tetapi, jangan hanya sekedar menggunakan editing seadanya jika anda ingin konten sosial media anda dinikmati bahkan dishare oleh audiens. Ada sejumlah aturan dasar bagi desainer agar konten yang dibuat bisa menjaring banyak audiens potensial dan menarik mereka untuk berinteraksi di konten tersebut.

Ukuran Grafis Konten

Menentukan ukuran kanvas dari desain konten yang anda buat untuk sosial media sangat berpengaruh mendapatkan perhatian dari audiens potensial anda. Setiap sosial media seperti Instagram, Facebook, Twitter hingga LinkedIn, mempunyai ukuran yang berbeda-beda untuk setiap konten yang diunggah. 

Anda harus mengubah ukuran masing-masing desain jika ingin mengunggahnya ke sejumlah platform sosial media yang berbeda tersebut. Jika ukurannya tidak sesuai, maka desain gambar anda akan terpotong tidak sempurna, karena untuk menyesuaikan ukuran masing-masing platform. 

Ukuran ini pun, biasanya juga bisa berubah-ubah jika platform itu memberikan pembaruan, terutama tampilannya. Oleh karena itu, anda harus mengikuti perkembangan setiap platform.

Berikan Pesan Secara Visual

Aturan dasar berikutnya seperti yang diuraikan oleh Multi Blog adalah penyampaian pesan harus diusahakan secara visual. Sebab kebanyakan orang saat menggunakan sosial media, mereka akan menggeser setiap konten secara cepat. Di sini, anda perlu menggunakan gambar yang bisa menarik perhatian mereka, dan tonjolkan pesan yang ingin anda sampaikan.

Riset menyebutkan, bahwa manusia lebih tertarik dengan informasi berupa text yang dikombinasikan dengan gambar yang relevan, serta menggunakan background dengan warna yang mencolok namun lembut. 

Hal ini sangat masuk akal, sebab otak manusia setiap kali mencerna text atau tulisan, akan selalu mencoba menjadikannya sebagai gambaran dalam imajinasinya. Oleh karenanya anda bisa menggunakan gambar yang menunjukkan emosi yang masih berkaitan dengan pesan text. Misalnya, anda bisa menggunakan ilustrasi orang sedang berteriak dan disampingnya anda beri text seperti “Diskon 80% Hanya Untuk Hari Ini!!”. 

Identitas Visual 

Secara tidak langsung, sebuah brand akan memiliki identitas visualnya sendiri yang mencerminkan produk yang mereka pasarkan. Hal ini perlu anda pelajari terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh dalam proses pembuatan konten. Kedepannya, penggunaan elemen dan komposisi harus dilakukan secara konsisten, untuk menguatkan citra dari brand tersebut.

Misalnya, jika produk yang hendak dipasarkan dan dibuatkan kontennya adalah Kurma, maka akan lebih cocok jika font yang digunakan memiliki kesan ke arab-araban. Sebab, sudah umum diketahui buah Kurma identik dengan budaya arab. 

Sederhana

Membuat konten dengan desain grafis yang terlalu ramai dan berlebihan justru akan membuat orang-orang terganggu. Misal terlalu banyak teks, object ataupun backgroundnya yang memiliki banyak pattern. Oleh karena itu, jagalah agar desain yang digunakan tetap simpel atau sederhana, agar audiens bisa melihat dengan nyaman dan mudah untuk fokus dengan pesan yang disampaikan.

Aturan yang mudah untuk dipahami dalam hal ini yakni, gunakan maksimal 2 jenis font saja. Yaitu untuk judul dan juga isi konten. Terlalu banyak menggunakan font yang berbeda, tidak memberikan kesan yang harmonis, dan cenderung terlihat tidak rapi. Berikutnya gunakan 2 atau 3 warna yang berbeda, dan juga gunakan gambar ilustrasi yang cukup besar dan menarik perhatian audiens.

Mufti

Related Posts